Cerpen Fiksi Modern: “Simaman, Euis, dan Rahasia di Balik Kopi Susu”

Cerpen Fiksi Modern: “Simaman, Euis, dan Rahasia di Balik Kopi Susu”

Di tengah perkembangan pesat sebuah kampung yang perlahan berubah menjadi kota kecil, hiduplah seorang pemuda bernama Simaman. Julukan itu melekat karena sejak kecil ia dikenal sebagai pribadi yang mampu menyimpan rahasia dengan sangat baik. Hampir semua orang percaya padanya. Namun ada satu rahasia besar yang justru ia simpan paling rapat:

Simaman diam-diam jatuh cinta pada Euis.

Euis adalah gadis manis berlesung pipit yang bekerja di sebuah kedai kopi bernama Kopikopi. Kedai bernuansa modern itu menjadi tempat favorit anak muda untuk berkumpul. Lampu-lampu kuning yang hangat dan musik lo-fi yang mengalun lembut membuat pelanggan betah, termasuk Simaman.

Setiap sore, ia datang ke kedai tersebut. Alasan yang ia sampaikan selalu sama: ingin membeli kopi susu. Padahal tujuan utamanya hanya satu — melihat senyum Euis dari balik mesin pembuat kopi.


Pertemuan yang Mengundang Rasa Malu

Pada suatu sore, Simaman datang sedikit lebih awal. Saat hendak duduk, ia tidak sengaja menabrak kursi hingga menimbulkan suara keras. Euis menoleh dengan kaget.

“Eh, Kang Maman, henteu nanaon?” tanya Euis dengan ekspresi cemas.

“Teu nanaon, Euis kursina wae nu kaget,” jawab Simaman, mencoba menutupi rasa malunya.

Euis tertawa kecil. Senyum itu membuat hati Simaman seakan meleleh seperti es batu terkena matahari siang.


Kode dari Sebuah Story

Malam harinya, Simaman membuka media sosial dan melihat unggahan Euis di fitur story:
“Kadang yang kita tunggu justru yang paling dekat.”

Kalimat itu membuat Simaman gelisah. Ia mencoba menebak-nebak apakah kalimat tersebut merupakan sebuah kode.

Ia pun memberanikan diri membalas:
“Saha anu ditungguan, Euis?”

Beberapa menit kemudian, Euis membalas:
“Aya lah… teu jauh-jauh teuing.”

Balasan itu cukup untuk membuat Simaman berputar-putar di kamarnya tanpa tujuan, seolah ia sedang mempersiapkan diri menghadapi sesuatu yang besar.


Kejujuran yang Tak Lagi Bisa Disembunyikan

Keesokan harinya, dengan seluruh keberanian yang ia kumpulkan, Simaman datang ke kedai dan memutuskan untuk berbicara jujur.

“Euis, aya nu bade abdi carioskeun,” ucapnya pelan.

Euis menghentikan aktivitasnya dan menatap Simaman penuh perhatian.

“Tiap abdi ka dieu, anu abdi cari sanes kopi susu. Tapi… anjeun,” katanya dengan suara bergetar.

Euis terdiam sejenak, lalu tersenyum.

“Kang Maman… abdi ti heula oge parantos ningali cara anjeun ningali ka abdi,” ucap Euis lembut.

Simaman hampir tidak percaya pada apa yang ia dengar. Namun sebelum ia sempat berbicara lagi, Euis melanjutkan,

“Upami bade naroskeun perasaan, abdi tos gaduh jawaban.”

Simaman menunggu dengan hati berdebar.

“Jawabanna… abdi resep ka anjeun oge,” ujar Euis sambil tersenyum.


Akhir yang Manis

Sejak hari itu, hubungan Simaman dan Euis perlahan berkembang. Kedai Kopikopi bahkan menambahkan menu baru bernama Kopi Susu Simaman x Euis — minuman dengan rasa manis yang konon terinspirasi dari kisah mereka.

Kini, satu rahasia terbesar Simaman tak lagi perlu disimpan:
bahwa ia dan Euis saling jatuh cinta.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama